Selasa, 07 Juni 2011

wicked little town tin cup

Dari semua kamp pertambangan di Colorado kota Creede, Leadville dan Tin Cup adalah yang paling liar dan sulit diatur. Gambling halls, brothels and saloons abound. ruang Perjudian, pelacuran dan salon-salon berlimpah.
In 1861 gold was discovered in a nearby river by Jim Taylor and 2 companions. Pada tahun 1861 emas ditemukan di sungai terdekat oleh Jim Taylor dan 2 sahabat. One found gold in his tin cup as he prepared to take a drink of freshly dipped water, so the story goes. Satu ditemukan emas di cangkir timah saat dia siap untuk mengambil air minum baru dicelup, begitulah ceritanya.

 
But it wasn't till the late 1870's when strikes of high grade gold and silver were made at the Gold Cup, Jimmy Mack and other mines. Tapi itu tidak sampai tahun 1870-an ketika pemogokan emas dan perak kelas tinggi dibuat di Piala Emas, Jimmy Mack dan tambang lainnya. The rush was on , and Virginia City was born in 1880. terburu-buru itu, dan Virginia City lahir pada tahun 1880. The name was changed to Tin Cup in 1882. Nama diubah menjadi Timah Piala tahun 1882.
Ore from the mines was packed out by burros and wagons to the rail heads of the Denver and South Park Railroad for processing in the smelters. Bijih dari tambang itu penuh sesak oleh burros dan wagon dengan jalur kereta api kepala Denver dan Selatan Railroad Park untuk diproses dalam pabrik pengolahan.
Inflated prices for necessities such as food and lodging soared. harga yang mahal untuk kebutuhan seperti makanan dan penginapan melambung tinggi. In 1881 a freighter hauled in 3,500 pounds of flour and sold it all before he could unload it off the wagon. Pada tahun 1881 kapal barang yang diangkut dalam 3.500 £ tepung dan menjualnya semua sebelum dia bisa membongkar itu dari kereta. Some miners had been skiing or snowshoeing out for supplies and making a tidy profit for their efforts. Beberapa penambang telah ski atau snowshoeing keluar untuk persediaan dan membuat keuntungan bersih atas usaha mereka.
By 1882 there were 6000 residents and over 20 saloons in town. Pada 1882 ada 6000 penduduk dan lebih dari 20 saloons di kota. The most notorious saloon being Frenchy's Place. Yang sedan paling terkenal yang Frenchy's Place. The gamblers that gathered in Tin Cup controlled the town. Para penjudi yang berkumpul di Piala Tin dikendalikan kota. They hired marshals to give Tin Cup an appearance of law and order so they could fleece the "tinhorns". Mereka mempekerjakan marsekal untuk memberikan Tin Piala penampilan hukum dan ketertiban sehingga mereka bisa bulu "tinhorns".
The first marshal was told to "See nothing. Hear nothing. Do nothing, and the first arrest you make will be your last". Marshal pertama adalah diperintahkan untuk "Lihat apa Dengarlah apa-apa.. Melakukan apa-apa, dan penangkapan pertama yang Anda buat akan menjadi yang terakhir Anda".
There were 8 marshals during the early years and only the eighth one finished out his term . Ada 8 marshal selama tahun-tahun awal dan hanya seperdelapan selesai dari masa jabatannya. The first one quit , second was fired , third gunned down , fourth shot by a gambler, fifth quit and became a preacher , sixth went insane , and the seventh shot . Yang pertama berhenti, kedua dipecat, ketiga ditembak mati, ditembak oleh penjudi keempat, kelima berhenti dan menjadi seorang pendeta, keenam menjadi gila, dan tembakan ketujuh.
Because of the rampant lawlessness in Tin Cup a fourth section was added to Cemetery Hill south of town. Karena ketiadaan hukum merajalela di Piala Tin bagian keempat telah ditambahkan ke Cemetery Hill selatan kota. Called the Boot Division, it was for those who "died gloriously or otherwise in the thick of smoke from guns". Disebut Boot Divisi, itu bagi mereka yang "mati mulia atau di tengah-tengah asap dari senjata".
By 1884 mining began to decline in Tin Cup and the population dropped to 400. Dengan 1884 penambangan mulai menurun di Tin Cup dan penduduk turun menjadi 400. The town remained active for years, as the Gold Cup continued to product superior ore into the 1900's. Kota ini tetap aktif selama bertahun-tahun, sebagai Piala Emas terus bijih produk unggulan ke 1900-an. Even during the panic of 1893 the Gold Cup continued to be worked. Bahkan selama kepanikan 1893 Piala Emas terus bekerja.
Fire hydrants were installed in 1891 and can still be seen today with swirls of grass surrounding each rusty hydrant along the dirt streets. hidran Api dipasang pada tahun 1891 dan masih dapat dilihat hari ini dengan berputar rumput yang mengelilingi setiap hidran berkarat sepanjang jalan kotoran. Telephone service was also installed in this small mining camp town. Telepon jasa juga dipasang di kota kamp pertambangan kecil.
In 1903 a second boom sent in 2000 miners, but by 1910 most of the mining had ceased. The Gold Cup closed in 1917 , spelling disaster for Tin Cup as a mining camp. Pada tahun 1903 ledakan kedua yang dikirim pada tahun 2000 penambang, tetapi menjelang tahun 1910 sebagian besar pertambangan telah berakhir. Piala Emas ditutup pada tahun 1917, ejaan bencana bagi Tin Piala sebagai kamp pertambangan.
The 1950's brought a renewed interest in Tin Cup. 1950-an membawa minat baru di Tin Cup. A popular Denver radio talk show host, Pete Smythe, claimed to be broadcasting from "East Tin Cup" . Suatu pembicaraan Denver populer radio show, Pete Smythe, diklaim siaran dari "Timur Tin Cup". This generated hundreds of visitors to see this "near" ghost town. Ini dihasilkan ratusan pengunjung untuk melihat ini "dekat" kota hantu.
Tin Cup is located in Gunnison County at the foot of the Cumberland Pass to the south, and has a summer community of hunters, fisherpersons and tourists. Piala timah terletak di Gunnison County di kaki Pass Cumberland ke selatan, dan memiliki komunitas musim panas pemburu, fisherpersons dan wisatawan. It's said that the local general store sells tin cups . Dikatakan bahwa toko umum lokal menjual cangkir timah.

Kamis, 26 Mei 2011

Hewan Hewan yang dipercaya membawa keberuntungan


Walaupun jaman telah modern tetapi masih banyak masyarakat yang mempercayai hewan-hewan yang membawa keberuntungan bagi kehidupan. Inilah beberapa hewan yang menurut masyarakat membawa keberuntungan.

1. IKAN ARWANA
http://faktabukanopini.blogspot.com/
Ikan asli Indonesia ini masih dipilih masyarakat sebagai hewan peliharaan, karena selain membawa keberuntungan juga menunjukan tingkat sosial seseorang. Katanya nilai ikan yang satu ini mencapai puluhan juta karena memiliki tingkat keberuntungan yang tinggi.
2. IKAN KOI
http://faktabukanopini.blogspot.com/
Ikan ini adalah jenis ikan karper Cyprinus carpio yang dipelihara untuk menghias rumah, berasal dari Tiongkok dan banyak tersebar di Jepang. Mereka berkerabat dekat dengan ikan mas, dan karena itu banyak orang menyebutnya ikan mas koi yang sebenarnya adalah misnomer. Koi dianggap membawa keberuntungan.

3. KUCING
http://faktabukanopini.blogspot.com/
Yang dimaksud kucing di sini mungkin lebih dikhususkan pada sebuah benda/patung berbentuk kucing yang di Jepang disebut "Maneki Neko". Wujud barang ini rasanya sudah tak asing lagi di toko, restoran, wartel dan sebagainya. Sosok seekor kucing yang duduk tegak dengan satu kaki depannya terangkat bak mengajak orang mendekat.

Hampir semua Maneki Neko mengenakan kalung berwarna merah dengan bel kecil menggantung di bagian depannya. Sebenarnya aksesoris ini cukup umum dikenakan pada kucing-kucing peliharaan keluarga bangsawan di zaman Edo. Selain itu, kalung merah dengan bel kecil ini juga sering menghiasi Jizo, patung-patung batu yang umumnya ditempatkan di sekitar kuil dan pemakaman, dan merupakan pelindung anak-anak sakit.

4. KATAK
http://faktabukanopini.blogspot.com/
Mungkin tak semua orang suka pada kodok. Bahkan sebagian orang jijik berdekatan dengan makhluk amfibi ini. Namun pemikiran ini berbeda jika kita bicara soal tradisi masyarakat Jepang. Bagi orang Jepang, justru kodok memiliki arti yang khusus, atau bahkan istimewa.

5. NAGA
http://faktabukanopini.blogspot.com/
Naga merupakan hewan yang fiktif atau belum dapat diuji keberadaanya. Namun masyarakat tionghoa mempercayai bahwa hewan yang satu ini membawa berkah dan keberuntungan. Ornamen khas tionghoa banyak yang mengandung unsur naga.

6. TOKEK
http://faktabukanopini.blogspot.com/
Hewan ini kebanyakan aktif di saat senja dan malam hari, meski suara panggilannya kadang-kadang terdengar di siang hari. Tokek tinggal di lubang pepohonan di hutan atau di rekahan batuan atau gua, namun sebagian jenisnya juga beradaptasi dengan lingkungan manusia dan bersifat komensal. Tokek memburu aneka serangga dan invertebrata lainsebagai makanannya, walaupun juga tidak segan memangsa vertebrata lain yang lebih kecil ukurannya. Tokek betina biasanya mengeluarkan sepasang telur yang disimpan berlekatan di sudut lubang atau dinding. Tempat menyimpan telur ini biasa digunakan berulang kali oleh tokek yang sama.

7. LOUHAN
http://faktabukanopini.blogspot.com/
Ikan yang memiliki ornamen tulisan Han di perutnya ini merupakan hewan yang memliki nilai jual tinggi karena dianggap membawa keberuntungan.

Sumber : 

Inilah Celengan Berusia 2 Ribu Tahun

Lebih dari 1.200 keping koin ditemukan dalam celengan peninggalan jaman Romawi, yang ditemukan di bekas barak angkatan bersenjata Inggris.

http://i.okezone.com/content/2011/05/22/56/459683/uqyEHcTlKw.jpg
Koin-koin tersebut yang berusia sekira dua ribu tahun tahun tersebut ditemukan dalam sebuah pot berwarna abu-abu pada sebuah gedung di wilayah Colchester, Essex, Inggris. Demikian seperti yang dikutip dari Express.



Tempat penyimpanan tersebut terbuat dari tembaga yang ditutupi oleh lapisan perak. Kini temuan tersebut dikirim keBritish Museum di London untuk diteliti lebih lanjut.


Philip Crummy, dirut dari Colchester Archaelogical Trust, mengatakan bahwa koin-koin tersebut sebelum dikubur sudah dilindungi cukup baik.


Crummy percaya kalau uang tersebut dikubur pada abad ke-3 sesudah masehi, namun sang pemilik kesulitan untuk menemukan lokasi penguburan harta tersebut.


"Tahun 270 sesudah masehi di Inggris adalah waktu yang sulit di wilayah timur Inggris, karena perang sipil di Kerajaan Romawi.


"Ini adalah sebuah penemuan yang sangat menakjubkan," ujar Simon Brown, Managing Director dari Taylor Wimpsey East London.

Hooded Pitohui Burung Beracun di Dunia

Ternyata ada juga burung beracun di Bumi ini, konon katanya burung beracun ini hanya ada satu jenis di dunia yang bernama Hooded Pitohui. Burung Hooded Pitohui ditemukan diPapua Nugini, pertahanan mereka terhadap pemangsa yang walaupun sederhana tapi menakjubkan adalah mereka beracun.

Pitohui memakan beberapa jenis kumbang yang mengandung neurotoxin kuat dan mengandung alkaloid yang dikenal sebagai batrachotoxin (racun yang juga ditemukan pada kulit dari Katak Panah Beracun Amerika Selatan).





Dengan makan kumbang, burung-burung menjadi beracun, toksin mereka terdapat pada bulu dan kulit. Mereka benar-benar dikenal oleh penduduk setempat sebagai "burung sampah", karena toksisitasnya membuat tidak mungkin untuk dimakan kecuali kulit dan bulu mereka dicabut.

Menyentuh Hooded Pitohui dapat menyebabkan mati rasa dan kesemutan, kulit terbakar dan bersin, seperti yang dilaporkan oleh para ilmuwan yang menangani makhluk itu, sedangkan memakan mereka mungkin akan jauh lebih berbahaya.



Untuk memperingatkan sifat toksisitasnya, burung ini memiliki warna terang oranye dan warna hitam yang memungkinkan calon predator untuk mengenalinya. Dan diyakini bahwa HoodedPitohui dapat menggosok toksin pada telur dan anaknya untuk melindungi mereka dari predator.


gara gara menjilat amplop...


Suatu hari seorang wanita yang bekerja di sebuah kantor pos diCalifornia , merekatkan amplop dan perangko tanpa menggunakan lem atau busa basah melainkan dengancaramenjilatnya.Pada saat itu wanita tersebut langsung merasakan lidahnya terasa seperti teriris.


http://i35.tinypic.com/1fivls.jpg

Seminggu kemudian dia merasakan sesuatu yang tidak biasa pada lidahnya. Dia pergi ke dokter dan tidak ditemukan sesuatu yang aneh. Lidahnya tidaklukaatau tidak ada kelainan apapun.

Beberapa hari berikutnya, lidahnya mulai agak membengkak dan mulai terasa sakit, begitu sakitnya sehingga dia tidak dapat makan apapun. Dia segera ke RS dan dokter melakukan pemeriksaan X-Ray.. Ternyata ada sesuatu di dalam lidahnya. Saat itu juga dokter segera mempersiapkan pembedahan kecil.

Ketika dokter mengiris membuka lidah tersebut, ternyata seekor kecoak kecil merayap keluar. Setelah diselidiki maka didapat kenyataan bahwa kecoak tersebut berasal dari telur kecoak yang sangat kecil yang menempel pada bagian lem amplop. Setelah dijilat maka telur tersebut menempel pada lidah dan mengeram disana karena adanya ludah yang hangat dan lembab hingga kecoak tersebut menetas.
Kejadian nyata ini dilaporkan oleh CNN.
Andy Hu menulis :Setelah mengetahui hal ini, janganlah pernah sekalipun Anda merekatkan amplop, perangko ataupun meterai dengan cara menjilatnya. Gunakanlah lem atau busa basah. 


"Saya bekerja di pabrik amplop, dan kalian tidak akan percaya….. ..
ada sesuatu yang mengambang disekitar nampan wadah lem , saya tidak pernah sekalipun menjilat amplop. Saya pernah bekerja di percetakan (32 tahun lalu) dan kami selalu dihimbau agar jangan merekatkan amplop dengan lidah. Saya tidak pernah mengerti mengapa, hingga suatu saat saya masuk ke ruang penyimpanan untuk mengambil 2,500 lembar amplop yang sudah dicetak dan melihat sendiri beberapa ekor kecoak berkeliaran di dalam kotak amplop dengan telur kecoak dimana-mana. Mereka hidup dengan memakan lem yang terdapat pada amplop-amplop tersebut".

Text Widget